Samarinda, VivaNusantara — Banyak yang meyakini bahwa apa yang kita baca turut membentuk siapa diri kita. Keyakinan ini bukan sekadar pepatah, tapi juga didukung oleh berbagai riset dan pengalaman pribadi. Termasuk yang dirasakan Wardah (22), pembaca setia buku-buku self improvement.
Wardah mengaku mulai tertarik membaca sejak masa SMA. Kini, membaca telah menjadi ritual kecilnya di sela aktivitas harian. Bukan sekadar hobi, ia menyebut buku-buku pengembangan diri sebagai cermin untuk berpikir lebih jernih dan mengenal diri sendiri lebih dalam.
“Aku baca buku self improvement itu bukan buat jadi sempurna, tapi lebih ke pengingat aja, supaya tetap waras, tetap sadar sama proses hidup. Kadang satu kalimat di buku bisa jadi pengubah mood satu hari penuh,” ujar Wardah dengan nada hangat, Sabtu ,(2/8/2025).
Fenomena seperti yang dialami Wardah ternyata sejalan dengan temuan ilmiah. Sebuah penelitian dari University of Toronto yang dipublikasikan dalam Creativity Research Journal (2013) menunjukkan bahwa membaca literatur, khususnya karya yang menggali sisi psikologis dan emosional, dapat meningkatkan empati, keterbukaan berpikir, serta fleksibilitas kognitif seseorang.
Tak hanya itu, studi lain oleh National Endowment for the Arts di Amerika Serikat menyebut bahwa orang yang rutin membaca, terutama non-fiksi dan buku reflektif, cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.
Meski banyak yang menganggap genre self improvement hanya tren sesaat, bagi sebagian anak muda seperti Wardah, bacaan jenis ini justru menjadi bekal bertumbuh. Apalagi di era serba cepat dan tekanan sosial media, membaca menjadi bentuk self care yang sederhana namun berdampak besar.
“Kadang kita terlalu sibuk mikirin validasi orang. Tapi lewat buku, aku diajak buat validasi diriku sendiri dulu. Gak harus selalu benar, tapi harus tahu kenapa aku berpikir begitu,” tuturnya.
Buku, rupanya bukan sekadar lembaran kertas berisi kata. Ia bisa menjadi pelita dalam kabut pikiran, pengingat saat diri terlupa, dan penolong saat jiwa merasa sesak. Wardah, dan banyak pembaca lainnya, adalah bukti bahwa sebuah kalimat bisa jadi titik balik hidup seseorang.
Dan mungkin, kita hanya butuh satu buku, satu bab, atau bahkan satu kalimat, untuk membuka pintu menuju versi terbaik diri kita.
Penulis: Intan
Editor: Lisa