Tanjungpinang, VivaNusantata – Kontingen Paduan Suara Wanita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) asal Kota Tanjungpinang dilaporkan gagal mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, setelah diduga mengalami kendala pada pengurusan tiket penerbangan.
Kekecewaan para peserta mencuat setelah rombongan yang telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026), tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Manokwari.
Ketua Tim Peserta asal Tanjungpinang, Lia Ukur, mengaku seluruh anggota tim telah menjalani proses seleksi dan latihan selama berbulan-bulan demi mewakili Provinsi Kepri pada ajang nasional tersebut.
“Kami sudah mempersiapkan diri dengan maksimal, tetapi akhirnya tidak bisa berangkat. Kami merasa sangat kecewa,” ujarnya dikutip AFU.ID.
Menurut Lia, rombongan berangkat dari Batam sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Namun, setibanya di Jakarta, mereka mengaku tidak memperoleh kepastian mengenai penerbangan lanjutan ke Manokwari.
Ia juga menyebut telah berupaya menghubungi ketua panitia pelaksana berinisial BS, namun hingga saat itu belum memperoleh respons.
Di tengah situasi tersebut, para peserta memilih menyanyikan lagu-lagu rohani di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai bentuk penghiburan sekaligus mengekspresikan semangat mereka. Rekaman video aksi tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mendapat simpati masyarakat.
Lia menjelaskan, persoalan bermula saat proses check-in penerbangan Batam–Jakarta–Manokwari. Data pemesanan tiket disebut tidak ditemukan atau berstatus belum dibayar (unpaid), sehingga rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Kontingen Kepri diketahui mengirimkan peserta dalam tiga kategori, yakni Paduan Suara Pria, Anak-anak, dan Wanita. Tim wanita asal Tanjungpinang merupakan peserta yang baru pertama kali lolos mewakili Kepri di tingkat nasional.
Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran kontingen Kepri untuk mengikuti Pesparawi Nasional disebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kaitan anggaran tersebut dengan persoalan keberangkatan peserta.
Lia menyatakan pihaknya mempertimbangkan menempuh jalur hukum serta berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan evaluasi dan memberikan sanksi kepada pihak yang dinilai bertanggung jawab apabila ditemukan adanya kelalaian.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia pelaksana yang disebut dalam pernyataan peserta belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kendala tiket maupun proses keberangkatan kontingen tersebut.
Pesparawi Nasional XIV sendiri berlangsung di Manokwari, Papua Barat, dan diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
VivaNusantara masih berupaya menghubungi pihak panitia pelaksana, Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.(*)
Editor : TW