Home DaerahKota SamarindaDitemukan Tak Bernyawa, Dua Bocah Terseret Arus Bendungan Benanga

Ditemukan Tak Bernyawa, Dua Bocah Terseret Arus Bendungan Benanga

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pencarian terhadap dua korban yang tenggelam akhirnya membuahkan hasil. Sebelumnya kedua anak itu dilaporkan tenggelam di area bendungan benanga, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara.

Setelah dilakukan pencarian intenns, korban terakhir bernama wahyu berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Menurut sumber yang beredar, Wahyu ditemukan dibawah jembatan muang arah bayur, jarak yang cukup jauh dari titik awal kejadian tenggelam.

“Ditemukan dibawah jembatan, lalu dinaikkan ke kapal,” ungkap Sopir Ambulan di dalam Video Busam.id.

Diketahui Wahyu merupakan warga Gang Sayur 4, Kelurahan Sempaja Utara, yang menjadi korban tenggelam usai berniat menyelamatkan temannya, Rahman yang hanyut terbawa arus.

Nahas bagi Wahyu, alih-alih berhasil menolong, Dirinya justru ikut terseret derasnya arus bendungan benanga yang membawanya menuju hilir aliran bendungan tersebut.

Warga sekitar Gang Sayur, Arbani membenarkan penemuan Wahyu, Arbani berujar saat ini keluarga tengah menyiapkan prosesi pemakaman.

“Ini saya sedang membantu menggali liang lahat,” ucap Arbani saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon.

Sebelumnya, Korban pertama atas nama Rahman sudah lebih dulu ditemukan dalam Kondisi meninggal dunia setelah terseret sejauh kurang lebih 600 meter hingga 2 kilometer ke arah hilir sungai dari lokasi awal tenggelam.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim, Mardi Sianturi, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang dihimpun tim dari warga dan seorang saksi bernama Efendi Ezer. Kecelakaan tragis itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita).

Area Bendungan Benanga Lempake, lokasi tenggelamnya Rahman dan Wahyu. (Foto: Ain)

Awalnya, kedua anak tersebut sedang bermain bersama di sekitar bendungan. Korban Rahman lebih dahulu melompat ke sungai. Nahas, karena tidak bisa berenang, ia langsung hanyut terbawa arus yang deras. Melihat temannya dalam bahaya, Wahyu yang berada di tepi sungai, secara spontan mencoba memberikan pertolongan.

Sayangnya, upaya Wahyu sia-sia. Ia justru ikut terseret oleh derasnya arus air dari bendungan tersebut.

“Laporan dari saksi yang melihat bahwa atas nama Rahman, umur 12 tahun, melompat untuk mandi-mandi di pinggiran Bendungan. Mereka pertama awalnya berlima, jadi yang korban atas nama Rahman melompat,” pungkas Mardi.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like