Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah Kota Samarinda resmi menggandeng Swalayan 88 untuk menghadirkan ruang strategis bagi pelaku UMKM lokal. Sebanyak 50 UMKM akan menempati lantai 2 swalayan, sementara lantai 3 disiapkan sebagai coffee shop kreatif yang juga menjadi ruang nongkrong anak muda.
Asisten II Sekretaris Kota (Setkot) Samarinda, Marnabas Patiroy, menekankan bahwa penguatan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan event musiman.
“UMKM kita semangatnya kuat, tapi masih butuh ruang dan dukungan sistem. Maka kami siapkan ruang tetap, yang bisa jadi etalase dan titik temu ekonomi rakyat,” tegasnya, di Swalayan 88 Juanda, Kamis (17/7/2025).

2 Swalayan 88 Juanda Samarinda. (Foto: Ellysa)
Pemkot Samarinda juga menyediakan pembiayaan melalui Kredit Bertuah dari Bank Kaltimtara, pinjaman tanpa agunan dan bunga hingga Rp25 juta. Namun, Marnabas menekankan bahwa bantuan ini tetap harus dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda melalui Kepala Dinas Nurrahmani alias Yama, menyebut lokasi UMKM di Swalayan 88 dirancang bebas sewa, hanya dibebankan biaya operasional. Seleksi dilakukan ketat berdasarkan kualitas dan konsistensi produk, termasuk pendampingan legalitas, kemasan, dan pemasaran digital.
“Banyak yang produknya bagus tapi kalah di kemasan. Itu yang akan kita benahi. Target kita, mereka bisa masuk pasar ritel bahkan e-commerce,” ujar Yama.

Asisten II Sekretaris Kota (Setkot) Samarinda, Marnabas Patiroy, saat melakukan kunjungan bersama jajaran, di Swalayan 88 Juanda Samarinda, Kamis (17/7/2025). (Foto: Ellysa)
Dukungan penuh juga datang dari pengelola Swalayan 88, Eris Rysdianto. Ia menyebut, konsep ini bukan sekadar jualan, tapi integrasi ekonomi kreatif dan gaya hidup urban. “UMKM akan kita bawa ke level yang lebih segar. Ada coffee shop di lantai 3, tempat duduk santai, dan suasana komunitas. Ini akan jadi ruang hidup,” tegasnya.
Swalayan 88 juga akan menggelar Pasar Murah rutin di halaman depan, untuk menjangkau masyarakat dengan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau. Namun, Eris menegaskan, hanya UMKM berkualitas yang akan difasilitasi.
“Kalau produknya asal-asalan, kami tidak lanjutkan. Ini bukan sekadar amal, tapi ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa