Home DaerahKota SamarindaKesiapsiagaan Kebakaran Masih Rendah, Hotel Harris Dinilai Paling Tanggap

Kesiapsiagaan Kebakaran Masih Rendah, Hotel Harris Dinilai Paling Tanggap

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran di hotel dan pusat perbelanjaan kembali jadi sorotan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran hebat terjadi di sejumlah titik di Samarinda, mulai dari kawasan permukiman, hotel hingga pusat perbelanjaan.

Di antara sejumlah tempat yang telah diawasi, Hotel Harris disebut memiliki sistem proteksi paling siap menghadapi keadaan darurat.

Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkarmar) Kota Samarinda menilai Hotel Harris sebagai salah satu hotel dengan sistem proteksi dan kesiapsiagaan kebakaran terbaik di Kota Tepian. Penilaian ini disampaikan langsung Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, Jumat (31/10/2025).

Menurut Hendra, setiap hotel dan fasilitas publik wajib menggelar pelatihan penanganan kebakaran sedikitnya satu kali dalam setahun sebagai bagian dari kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja dan proteksi kebakaran. Ia menyebut, beberapa hotel di Samarinda sudah menjalankan aturan tersebut, namun Hotel Harris dinilai paling unggul.

“Proteksi kebakarannya bagus, tenaga kerjanya siap, dan kesadaran keselamatannya tinggi. Hotel Harris termasuk yang paling disiplin dalam menjalankan simulasi kebakaran dan pelatihan bagi karyawannya,” ujarnya.

Hotel Harris diketahui secara rutin mengadakan fire drill empat kali dalam setahun, tiga kali dilakukan secara internal dan satu kali bersama instansi eksternal seperti Polresta Samarinda, Disdamkar, PMI, dan Polairut.

Hal ini dibenarkan oleh Nuno Firmansyah, Asisten Marketing & Brand Manager Hotel Harris Samarinda yang menyebut memang pihaknya rutin menyelenggarakan oelatihan seperti yang dimaksud Kadisdamkar Kota Samarinda.

“Kami ingin semua tim sigap menghadapi kondisi darurat. Karena ini gedung bertingkat, tanggung jawab kami terhadap keselamatan tamu menjadi prioritas utama,” jelas Nuno.

Nuno menjelaskan, Hotel Harris juga dilengkapi dengan sistem keselamatan modern, mulai dari fire detector, heat detector, sprinkler, hydrant, apar, alarm kebakaran, hingga jalur evakuasi darurat. Setiap shift memiliki Emergency Response Team (ERT) yang terdiri atas Chief Warden, tim evakuasi, hingga tim pertolongan pertama.

“Alat kami sensitif mendeteksi asap dan suhu. Kalau ada asap, sistem langsung memberi sinyal dan tim segera melakukan pengecekan,” tambahnya.

Nuno memastikan, seluruh sistem keselamatan di Hotel Harris selalu diperbarui dan mengikuti rekomendasi dari Disdamkar.

“Kami terus melakukan evaluasi berkala dan patuh terhadap semua arahan Damkar. Harapan kami, semoga tidak pernah ada kejadian yang tak diinginkan,” tutupnya.

Langkah konsisten Hotel Harris ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi seluruh pengelola hotel dan fasilitas umum di Samarinda untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like