Home DaerahKota SamarindaKuota Sekolah Rakyat di Samarinda Bertambah 100, Pemkot Fasilitasi Penempatan Siswa di BLK

Kuota Sekolah Rakyat di Samarinda Bertambah 100, Pemkot Fasilitasi Penempatan Siswa di BLK

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat terus berkembang di Kota Samarinda. Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda telah menetapkan 100 siswa dari keluarga kurang mampu, yang menjadi peserta kloter pertama.

Sembari menunggu gedung Sekolah Rakyat terbangun, kegiatan belajar mengajar akan berlangsung di di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim. Tak sampai disitu saja, kini jumlah tersebut resmi bertambah. Sebanyak 100 siswa tambahan direncanakan akan menempati Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Sungai Kunjang.

Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa penambahan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pusat usai rapat terbatas antara Presiden RI Prabowo Subianto, bersama sejumlah kementerian terkait.

“Saat ini Dinas Sosial sedang memperbarui data siswa miskin untuk pemenuhan kuota tambahan di BLKI. Seluruh kebutuhan operasional siswa seperti makan, pakaian, laptop, hingga asrama dibiayai langsung oleh pemerintah pusat,” ujar Asli, Rabu (25/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi lintas kementerian, seperti Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pendidikan. Peran Pemkot Samarinda sendiri lebih kepada fasilitator, karena pelaksanaan teknis tetap ditangani pusat.

Oleh karenanya, anggaran Rp48,25 juta bagi setiap siswa, termasuk fasilitas, mulai dari seragam, sepatu, laptop, makan, hingga asrama, dibenarkan Asli, dengan catatan semua hal tersebut diatur sepenuhnya oleh Kemensos RI.

“Pembangunan fisik disiapkan PUPR, murid melalui Kemensos dan Dinas Sosial, sedangkan tenaga pendidik dari Kementerian Dikdasmen. Kita hanya mendukung dari sisi daerah,” imbuhnya.

Asli juga menjelaskan bahwa saat ini baru Samarinda yang mengimplementasikan program Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur. Sementara daerah lain masih dalam tahap penjajakan.

Adapun siswa yang diterima di sekolah ini merupakan warga Samarinda, berbeda dengan program serupa yang dikelola provinsi yang terbuka bagi siswa dari berbagai daerah di Kaltim.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like