Home DaerahKota SamarindaPelan Tapi Pasti, Kampung Ketupat Samarinda Seberang Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

Pelan Tapi Pasti, Kampung Ketupat Samarinda Seberang Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Di tepi Samarinda Seberang, ada satu kampung yang menghidupkan tradisi melalui aroma khas daun janur. Kampung Ketupat, yang baru saja meraih penghargaan kategori budaya dalam lomba desa wisata Kaltim, menjelma menjadi ruang wisata yang menggabungkan sejarah, kuliner, dan kebersamaan masyarakat.

Tim kreatif Kampung Ketupat, Syaiful Ramadani menyebut kekuatan utama kampung ini ada pada keunikan tradisi pembuatan ketupat. Bukan sekadar makanan, ketupat di kampung ini menjadi ikon budaya yang mengikat warga, sekaligus daya tarik wisata.

“Yang kami tonjolkan adalah tradisi pembuatan ketupat. Itu jadi identitas utama kampung ini, sekaligus magnet bagi wisatawan,” ungkap Syaiful, Jumat (12/9/2025).

Namun, membangun kampung wisata berbasis tradisi tentu bukan perkara mudah. Syaiful mengakui, tantangan terbesar justru ada pada kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya terlibat aktif.

“Masih banyak yang harus dibenahi. Kesadaran kolektif perlu dikuatkan. Tapi ke depan, itu yang akan kita kejar,” tambahnya.

Meski demikian, Kampung Ketupat terus berkembang. Setiap akhir pekan, sekitar 200 wisatawan berkunjung, sebagian besar masih dari sekitar Samarinda. Namun perlahan, kunjungan dari luar daerah mulai terlihat. Fasilitas tambahan yang diberikan pemerintah, seperti gazebo dan arena bermain anak, semakin membuat kawasan ini ramai.

Selain menikmati ketupat dan kuliner khas, pengunjung bisa bersantai di anjungan wisata sambil menyerap suasana kampung yang masih kental dengan nilai tradisional. Syaiful menyebut, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi warga sekitar, meski skalanya masih kecil.

Target mereka pun jelas, tahun depan, Kampung Ketupat ingin meraih peringkat pertama lomba desa wisata. Untuk itu, manajemen pengelolaan akan diperbaiki, kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder diperluas, serta inovasi wisata budaya terus ditingkatkan.

“Harapannya, Kampung Ketupat bukan hanya dikenal di Samarinda, tapi juga menjadi ikon wisata budaya Kalimantan Timur. Dengan dukungan banyak pihak, kita bisa membuat wisata budaya di sini lebih maju,” ujar Syaiful.

Untuk diketahui, di Kampung Ketupat, pengunjung juga bisa menikmati berbagai pilihan yang tersedia, mulai dari aktivitas pengolahan ketupat, kuliner khas seperti Soto Banjar dan Coto Makassar, spot foto menarik di sepanjang jalan dan dekat Sungai Mahakam, hingga wahana keliling kampung menggunakan kendaraan.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like