Samarinda, VivaNusantara – Penundaan pengumuman hasil seleksi peserta didik baru di tiga sekolah unggulan di Kalimantan Timur menuai berbagai pertanyaan dari masyarakat. Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menegaskan bahwa langkah penundaan dilakukan semata-mata demi menjaga transparansi proses seleksi dan memastikan laporan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Tiga sekolah unggulan yang dimaksud adalah SMAN 2 Sangatta Utara, SMAN 3 Tenggarong, dan SMAN 10 Samarinda. Dijelaskan Armin, proses seleksi di sekolah-sekolah tersebut sebenarnya telah rampung pada 4 Juni 2025. Namun, sebelum diumumkan, ia meminta agar pihak sekolah terlebih dahulu melaporkan hasil pelaksanaan seleksi ke Disdikbud Kaltim.
“Saya sampaikan kepada kepala sekolah, pengumuman itu jangan dulu dilakukan sebelum kami menerima laporan resmi. Ini penting, agar jika masyarakat mempertanyakan, kami bisa menjelaskan prosesnya secara utuh,” terang Armin kepada pewarta media ini, melalui sambungan seluler, Selasa (10/6/2025).
Disdikbud kemudian mengeluarkan surat penundaan dan menggelar rapat koordinasi secara daring bersama ketiga sekolah, Senin (9/6/2025) pukul 10.30 WITA. Dalam rapat tersebut, seluruh kepala sekolah menyampaikan laporan pelaksanaan seleksi masing-masing.
“Setelah semua laporan kami terima dan diverifikasi, kami kembalikan wewenang ke sekolah untuk mengumumkan. Dan mereka sepakat, pengumuman akan dilakukan pada sore ini, 10 Juni,” jelasnya.
Armin juga mengklarifikasi khusus mengenai SMAN 10 Samarinda. Untuk tahun ajaran baru ini, kelas X akan menjalani pembelajaran di Kampus A, yang terletak di Samarinda Seberang. Karena itu, dibuka kuota tambahan untuk siswa dari kawasan seberang dengan kapasitas terbatas.
“Hanya tersedia 44 kursi tambahan karena sebelumnya sudah ada 28 siswa yang lulus seleksi. Jadi totalnya nanti dua rombongan belajar,” paparnya.
Menjawab pertanyaan soal status dan perlakuan khusus terhadap sekolah unggulan, Armin menyebut bahwa ketiganya memang sedang dalam proses finalisasi sebagai sekolah unggulan provinsi, sesuai arahan Gubernur Kaltim. Sekolah unggulan menjadi bagian dari upaya strategis Pemprov untuk mendorong percepatan daya saing daerah.
“Kita ingin ada tempat yang benar-benar menampung siswa-siswa berprestasi dan mampu bersaing secara global, dengan standar pembelajaran bertaraf internasional,” tegasnya.
Armin menilai, keberadaan sekolah unggulan akan menjadi kawah candradimuka bagi para pelajar potensial di Benua Etam. Ia pun berharap dukungan masyarakat agar program ini berjalan maksimal dan tidak disalahpahami.
“Justru dengan pengawasan ketat dan pelaporan yang akuntabel, kami ingin membangun kepercayaan publik sejak awal,” pungkasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa