Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah pusat terus mendorong pemajuan kebudayaan lewat skema pendanaan yang lebih inklusif. Salah satunya melalui Dana Indonesiana, yang kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan bahwa pada tahun ini total anggaran Dana Indonesiana yang dapat diakses publik mencapai Rp465 miliar. Angka itu merupakan bagian dari dana abadi kebudayaan sebesar Rp5 triliun yang dikelola kementeriannya.
Dana tersebut secara terbuka bisa digunakan untuk sebelas kategori kegiatan, mulai dari pemanfaatan ruang publik, penciptaan karya kreatif, dokumentasi maestro, hingga dukungan distribusi internasional.
“Ini peluang besar bagi pelaku budaya di Kaltim,” ungkap Fadli, usai kuliah umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jumat (30/5/2025).
Fadli menjelaskan, Dana Indonesiana merupakan bentuk konkret komitmen negara terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal. Ia menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai bagian dari sistem hidup bangsa, bukan hanya sekadar tontonan sesaat.
“Kita perlu menuliskannya, mendokumentasikannya, dan menjadikannya ekosistem hidup. Budaya bukan hanya untuk dipamerkan, tapi menjadi landasan berpikir dan bertindak sebagai bangsa,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2022, Dana Indonesiana telah menyasar 928 penerima manfaat, mendukung 765 event budaya, serta menjangkau lebih dari 25 ribu pelaku budaya di seluruh Indonesia. Selain itu, lebih dari 10 ribu komunitas dan 15 ribu tenaga teknis telah terlibat, dengan jangkauan total mencapai 1,3 juta pengunjung.
Melihat potensi Kalimantan Timur, Fadli berharap lebih banyak pelaku budaya lokal dapat mengakses pendanaan ini agar tradisi dan ekspresi budaya di wilayah tersebut bisa terus tumbuh dan dikenal luas. Ia bahkan menyuarakan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Ibu Kota kebudayaan dunia, dengan Kaltim sebagai salah satu episentrumnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa