Samarinda, VivaNusantara – Langit Samarinda yang kembali mendung tak menyurutkan langkah tim gabungan, dalam mengevakuasi jenazah yang terdampak longsor di Pemakaman Muslimin Cempaka, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Peristiwa banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (27/5/2025) lalu tak hanya merendam permukiman, namun juga menggoyahkan ketenangan peristirahatan terakhir. Sedikitnya ada 35 makam dilaporkan rusak dan harus dievakuasi di lokasi tersebut.
Kegiatan ini sebenarnya mulai dilakukan sejak Kamis (29/5/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sudah sembilan jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi terdampak di hari kedua ini. Proses pemindahan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi medan yang curam serta risiko longsor susulan akibat hujan yang masih kerap mengguyur kawasan tersebut.
“Kami terus bekerja maksimal, meski tantangannya cukup besar. Sampai sore ini, sembilan jenazah telah berhasil kami pindahkan ke lubang baru yang lebih aman,” ungkap Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, Jumat (30/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa area makam yang longsor berada di lereng yang rawan, dan kurangnya vegetasi penahan tanah turut memperburuk dampak bencana. Dalam upaya penanganan ini, BPBD bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), Satpol PP, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Disperkim telah menyiapkan lokasi pemakaman baru yang berada di area lebih datar untuk meminimalkan risiko longsor ulang. Proses penggalian lubang baru menggunakan bantuan alat berat jenis excavator untuk mempercepat pengerjaan serta merapikan kontur tanah.
“Pemindahan jenazah dilakukan berdasarkan kesepakatan antara keluarga almarhum, pihak kecamatan, dan kami selaku penangan bencana. Kami pastikan jenazah tetap diperlakukan dengan hormat,” lanjut Suwarso.
Namun demikian, medan sempit dan potensi hujan deras masih menjadi tantangan utama. Petugas di lapangan dituntut ekstra hati-hati agar tidak merusak makam lainnya atau mengganggu struktur tanah sekitar.
BPBD menargetkan seluruh proses evakuasi dan relokasi jenazah bisa diselesaikan secepatnya, namun tetap dengan prosedur yang layak. Masyarakat sekitar juga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi tanah di beberapa titik masih labil.
Sementara itu, keluarga ahli waris yang hadir di lokasi terlihat mengikuti proses dengan penuh haru, namun memberikan dukungan atas upaya petugas yang telah bekerja keras sejak bencana melanda.
Penulis: Intan
Editor: Lisa