Home DaerahKota SamarindaSebabkan Pengangguran Terbuka, Jumlah Kelulusan Tak Sebanding dengan Kebutuhan Industri

Sebabkan Pengangguran Terbuka, Jumlah Kelulusan Tak Sebanding dengan Kebutuhan Industri

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Setiap tahunnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda telah rutin menggelar Job Fair, guna membuka lapangan pekerjaan. Namun tetap saja hal ini tak cukup untuk menjawab tantangan pengangguran di kota ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Samarinda, Sofyan Ady Wijaya, menegaskan bahwa masalah utama yang terjadi saat ini lantaran ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja. Hal itu tercermin dari pelaksanaan job fair terbaru, yang mencatat 2.148 pencari kerja mendaftar ke 35 perusahaan dari berbagai sektor. Namun banyak pelamar dinilai belum memenuhi kriteria, mulai dari keterampilan teknis hingga kemampuan komunikasi.

“Perusahaan butuh tenaga kerja, pelamar ribuan, tapi kualifikasinya tak sesuai. Ini mismatch yang terus berulang,” ujarnya, belum lama ini.

Disnaker kemudian berfokus pada dua langkah, yakni memperluas pelatihan keterampilan kerja, termasuk untuk sektor informal dan UMKM dan mewajibkan setiap perusahaan melaporkan jumlah pelamar dan yang diterima.

“Kami ingin hasil nyata,” tegas Sofyan.

Meski Tingkat Pengangguran Terbuka Samarinda menurun dari 6,2 persen ke 5,9 persen, tantangan masih besar karena jumlah lulusan terus bertambah tiap tahun. Tanpa kesiapan SDM, potensi lapangan kerja tetap sulit diakses.

“Samarinda bukan kekurangan pekerjaan, tapi kekurangan kecocokan antara kebutuhan industri dan kemampuan pelamar,” ucap Sofyan.

Zahra, lulusan Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman angkatan 2020, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam mencari pekerjaan adalah tingginya kualifikasi yang ditetapkan perusahaan. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliah. Selain faktor kualifikasi, batasan usia dan syarat berpenampilan menarik, juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kualifikasi yang diminta perusahaan kadang terlalu tinggi. Banyak perusahaan sekarang seolah mengharuskan pelamar bisa semuanya, tapi gajinya rendah. Belum lagi kalau yang daftar punya orang dalam, makin sulit bersaing,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like