Home DaerahKota SamarindaSekolah Unggulan Dibanggakan, Akses Pendidikan Masih Jadi Kendala

Sekolah Unggulan Dibanggakan, Akses Pendidikan Masih Jadi Kendala

by Redaksi
0 comments

Samarinda,VivaNusantara – Keberadaan sekolah unggulan di Provinsi Kalimantan Timur, masih banyak disalah artikan. Padahal selain membentuk kecerdasan di bidang akademik, keberadaan sekolah unggulan diharapkan mampu membentuk karakter anak.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, menyebut pembangunan pendidikan di Kaltim sedang diarahkan ke integrasi antara penguatan karakter dan daya saing. Lewat skema Sekolah Unggulan, Kaltim ingin melahirkan sekolah-sekolah percontohan yang tak hanya menonjolkan akademik, tapi juga mencetak lulusan berintegritas tinggi.

“Ini bukan soal label elit. Sekolah Unggulan yang kita maksud adalah prototipe yang bisa menanamkan nilai-nilai karakter kuat,” jelas Surasa, Senin (30/6/2025).

Namun, ia tak menutup mata. Akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat menengah di Kaltim masih berada pada kisaran 83–84 persen. Artinya, 1 dari 6 remaja usia sekolah menengah belum mengenyam pendidikan formal.

“Kalau kita ingin benar-benar siap menyambut generasi emas 2045, maka tak boleh ada yang tertinggal. APS kita belum ideal, dan itu butuh intervensi menyeluruh,” tegas Surasa.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tak selalu mudah, terutama bagi siswa dari keluarga tak mampu atau wilayah terisolasi. Di sinilah program Gratispol mengambil peran penting. Lewat skema pembiayaan langsung untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), Pemprov Kaltim memastikan mahasiswa dari berbagai latar belakang tetap bisa melanjutkan studi.

Kepala Bagian Pelayanan Dasar Biro Kesra Setdaprov Kaltim Aji Vini Fayanti, menjelaskan bahwa meskipun pendidikan tinggi berada di bawah pemerintah pusat, pihaknya tetap mengambil posisi sebagai penghubung.

“Infrastruktur akan usang. Tapi generasi muda yang cakap dan punya karakter akan jadi penopang utama Kaltim 20-30 tahun ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like