Home DaerahKota SamarindaTepis Dugaan Mark Up Anggaran Playground, Disperkim Beberkan Rincian Anggarannya

Tepis Dugaan Mark Up Anggaran Playground, Disperkim Beberkan Rincian Anggarannya

by Redaksi
0 comments
Samarinda, VivaNusantara – Dugaan mark-up pada proyek rehabilitasi playground di Samarinda baru saja mencuat, setelah beredar kabar bahwa pembangunan taman bermain di Kelurahan Karang Mumus menelan biaya hingga Rp2,3 miliar. Kabar tersebut memicu pertanyaan publik mengenai transparansi anggaran dan pelaksanaan proyek ruang bermain yang tengah digarap Pemkot Samarinda.
Namun, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Samarinda, Herwan Rifa’i, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak tepat. Ia menyebut angka Rp2,3 miliar itu bukan untuk satu playground saja, melainkan merupakan nilai satu paket pengerjaan yang mencakup beberapa titik sekaligus.
“Tayangan yang beredar itu hanya untuk satu playground, dan itu keliru,” ujar Herwan, di Balai Kota Samarinda, Jumat (7/11/2025).
Ia menegaskan di tahun ini, pengerjaan playground terbagi dalam dua kontrak. Kontrak pertama mencakup 6 lokasi, yakni Air Putih, Pampang, Gunung Kelua, Karang Mumus, Sempaja Timur, Sempaja Utara. Kontrak kedua mencakup 5 lokasi yaitu Sidodamai, Sambutan, Simpang Pasir, Rapak Dalam, Karang Asam Ilir.
Sementara itu, Kepala Bidang PSU Disperkim Samarinda, Eddy Djunaidi, memaparkan perkembangan saat pembangunan playground telah dikebut sejak tahun 2022. Tahun ini pun masih terus berjalan untuk mengejar target 59 playground di seluruh kelurahan di Samarinda.
Ia memaparkan tahun 2022, terbangun 10 playground yang tersebar di Sindang Sari, Sungai Pinang Luar, Sungai Dama, Loa Bakung, Tani Aman, Tanah Merah, Rawa Makmur, Air Hitam, Sungai Keledang, dan Gunung Lingai.
Tahun 2023, bertambah lagi 11 playground di berbagai kelurahan. Pada tahun 2024, terdapat penambahan 3 playground di Makroman, Sungai Kapih, dan Sempaja Selatan.
Sedangkan tahun 2025 ini direncanakan 8 playground tambahan dengan lokasi di Teluk Lerong Ilir, Jawa, Sungai Pinang Dalam, Sidodadi, serta yang masih dalam proses pengerjaan di Bukit Pinang, Gunung Panjang, Lempake, dan Handil Bakti.

Suasana ramainya anak-anak bermain di Playground Karang Mumus. (Foto: Ellysa)

Rata-rata playground memiliki luas 150–250 meter persegi. Besaran anggaran bervariasi sesuai skala kebutuhan lapangan dan fasilitas yang dibangun.

“Kalau ditotal sampai tahun ini sudah ada 32  playground yang berdiri,” pungkasnya.
Data Anggaran Pembangunan Playground:
⁃2022: Rp2 miliar (rata-rata Rp 200 juta per playground, total 10 playground)
⁃2023: Rp
⁃4,6 miliar (untuk 11 playground dalam 2 paket kontrak)
⁃2024: Rp1,8 miliar (untuk 3 playground)
⁃2025: Rp4,7 miliar (rencana 8 playground)
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like