Samarinda, VivaNusantara – Pemilihan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur periode 2025–2029 akan menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/5/2025) mendatang. Agenda penting tersebut akan digelar di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda.
Menjelang forum lima tahunan ini, para anggota SMSI Kaltim mulai menunjukkan sikap serius terhadap masa depan organisasinya. Sejauh ini, lima nama telah menyelesaikan proses pendaftaran sebagai bakal calon ketua. Sementara satu nama lainnya belum memenuhi kelengkapan administrasi.
Ketua Tim Penjaringan Prio Puji Mustopan mengungkapkan bahwa pendaftaran telah dibuka sejak 28 April hingga Sabtu, 3/5/2025) malam. Namun hingga kemarin, hanya lima dari enam pendaftar yang telah mengembalikan berkas.
“Satu di antaranya hanya diwakili saat pengantaran, tapi tetap belum lengkap berkasnya,” jelas Prio saat dikonfirmasi.
Nama-nama yang telah resmi mendaftar antara lain berasal dari berbagai kota di Kalimantan Timur diantaranya Wiwid Mahendra, Yakub Anani, Jerin, Agus Susanto dan Indra Teguh. Sedangkan satu peserta yaitu Imaduddin Abdurrahim dinyatakan gugur lantaran tidak kunjung menyerahkan berkas.
Tim Penjaringan sendiri menetapkan batas akhir pengembalian formulir pada hari ini. Prio menegaskan bahwa toleransi hanya bisa diberikan jika ada alasan kuat.
“Kalau memang mau maju, ya harus sigap. Waktu yang diberikan sudah lebih dari cukup,” ujarnya.
Soal syarat pencalonan, SMSI Kaltim menetapkan standar yang cukup longgar, yaitu cukup mengantongi dukungan dari tiga anggota aktif. Hal itu dinilai sejalan dengan semangat demokratisasi internal organisasi yang kini beranggotakan sekitar 150 media.
Di balik nama-nama yang muncul, banyak yang memprediksi pertarungan menuju kursi ketua SMSI Kaltim kali ini tidak akan mudah. Pasalnya, para kandidat bukan hanya dikenal dalam lingkungan internal organisasi, namun juga memiliki pengaruh yang luas, baik secara politik maupun di jejaring media masing-masing.
“Siapa yang akan terpilih, sangat tergantung pada bagaimana mereka membangun konsolidasi di tingkat kabupaten dan kota,” tutur Prio.
Ia juga menambahkan bahwa Musda nanti akan dihadiri oleh pengurus SMSI dari tingkat provinsi. Kehadiran pengurus pusat masih menunggu konfirmasi, namun panitia telah menyiapkan ruang untuk semua level kepengurusan.
“Kalau dari provinsi pasti hadir. Pusat juga rencananya datang, tinggal nunggu konfirmasi resmi,” katanya.
Panitia berharap proses Musda nanti bisa berjalan secara adil, transparan, dan menjunjung tinggi integritas. Harapan besarnya adalah agar ketua terpilih nanti benar-benar mampu menjadi representasi seluruh anggota, memperjuangkan stabilitas industri media siber, serta menjawab tantangan yang dihadapi media lokal di tengah dinamika digital saat ini.
“Kita butuh figur yang berpihak pada anggota dan mampu menjaga marwah organisasi,” pungkas Prio.
Editor: Lisa