Indonesia menjadi tuan rumah AIPA ke-44 pada Agustus 2023 ini. ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dulunya bernama ASEAN Inter-Parliamentary Organization (AIPO). Proses kelahirannya berawal dari keinginan para anggota Parlemen Negara-negara anggota ASEAN yang berupaya menumbuhkan kesepahaman bersama dalam membantu dan mendorong terwujudnya kerjasama yang lebih erat termasuk untuk menjembatani pemecahan permasalahan yang terjadi di negara-negara ASEAN. Saatini, AIPA beranggotakan 10 Parlemendari ASEAN Member Countries (Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam dan Myanmar).
Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) kali ini akan digelar di Jakarta pada 5 hingga 10 Agustus 2023. Sebagai tuan rumah, melalui sidang AIPA ke-44 ini, DPR RI semakin menunjukkan eksistensinya di tingkat internasional setelah sukses menghelat Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali dan kegiatan 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit(P20) di Jakarta 2022 lalu.
Dalam hal ini, Ketua Desk Kerjasama regional BKSAP DPR RI, Putu Supadma Rudana mengatakan, melalui tema tersebut parlemen berperan agar lebih responsif untuk mengawal kestabilan dan kesejahteraan kawasan Asia Tenggara yang mana green ekonomi sebagai acuan utamanya.
Selainitu, Putu juga menjabarkan konsep kedepannya ekonomi hijau ini sesuai dengan komitmen global dalam pencapaian SDG’s. Tujuannyaa dalah pembangunan berkelanjutan pada agenda 2030 merupakan kombinasi, komposisi antara kesejahteraan growth atau pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dimana aspekmanusia dan lingkungan tidak ditinggalkan.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Indonesia mendorong ASEAN bekerjasama yang lebih intensif dan kolaboratif mengimplementasikan green ekonomi dan mengatasi berbagai tantangan kawasan yang berhubungan dengan masyarakat, lingkungan dan pertumbuhan.
Tujuan utama AIPA ini secara politik mendorong stabilitas kawasan, bagaimana AIPA agar menjaga kawasan ASEAN, yang betul-betul stabil dan tentunya agar terus kedepan terjaga perdamaian-kedamaiannya. Sebab, saat ini banyak kekuatan besar global yang berupaya masuk kekawasan ASEAN. Sehinggaparlemen ASEAN harusresponsifuntukdapatmengawalberbagaitantangan ASEAN.
Tema yang diusungdalamSidangUmum ke-44 AIPA di Jakarta adalahresponsiveparliament for a stable and prosperous ASEAN, yang konsepnya lebih kepada green economy atau ekonomi hijau.Terdapat tiga katakuncidalamSidangUmum AIPA Ke-44 yang mengambil tema “ResponsiveParliaments for A Stable and Prosperous ASEAN”.Yang pertamaadalahresponsif, keduaadalahstabilitas, dan ketigaadalahkesejahteraan.
Melalui AIPA, Indonesia diharapkanakan memberikanpengaruhnyakepadaparlemennegara-negara ASEAN untukmendorongterciptanyastabilitas di kawasan regional dengansalingmemberikankekuatan dan dukungansatusamalain.Adapunmenyangkutkatakunciketiga, yaknikesejahteraan, dia berharapSidangUmum AIPA Ke-44 mampumendorongterwujudnyapeningkatan ekonomi kawasan ASEAN dan transisimenuju ekonomi hijau.
SidangUmum ke-44 AIPA ini akan menjadimomentumuntukmenunjukkanbahwa Indonesia sangatmampumemimpinkawasan dan memberiinspirasi dan motivasibaginegara-negara ASEAN. Selain itu, SidangUmum ke-44 AIPA di Jakarta ini menunjukkankomitmen Indonesia dalammemberikanperhatianpenuhuntukmengatasipersoalanantaralaindemokrasi, human right, politik, ekonomi, sosialbudaya, kepemudaan, lingkungan dan isukesetaraan gender.
Berdasarkan hal tersebut, Ketua DPR RI, PuanMaharani, berkomitmenuntukmendorongisukesetaraan gender dalamSidangUmumParlemen se-ASEAN atau ASEAN Inter-ParliamentaryAssembly (AIPA).
Puanmenekankanpentingnyamemberikankesempatankepadaperempuanuntukberperandalamberbagaibidang, Perlunyakesadaran akan akses dan peran yang samabagilaki-laki dan perempuandalamkehidupan publik. Terutamadalamposisi-posisipengambilankeputusan, termasukdalamdunia politik.
Sebelumnya, DPR RI telahmenyelenggarakanserangkaianacarapra-SidangUmum AIPA, salahsatunyaadalahSidangCoordinatingCommitteeofWomenParliamentariansof ASEAN Inter-ParliamentaryAssembly (WAIPA) atau Komite untuk Perempuan Parlemen AIPA yang diselenggarakan di Padang, Sumatra Barat, pada Juni 2023.
Sidang WAIPA mengusungtema ‘Enhancing ASEAN Resilience through Women Leadership and Gender-Responsive Parliament’. Melalui WAIPA, negara-negara ASEAN berupayamerangkumkomitmenbersama yang lebihinklusif dan tangguhuntukkelompokperempuan.Pentingnyaketerlibatanperempuan di parlemen ASEAN dan berusahauntukmewujudkankomitmentersebut.
Perjuangankesetaraan gender adalah perjuangan bersama.
Melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan adalah langkah nyata untuk mendorong kesetaraan gender di tingkat ASEAN. Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang terus mengedepankan kesetaraan gender. Banyakposisipenting diisi oleh perempuan, termasuk di dalam dunia politik. Dengan adanya presiden perempuan pertama, wakil presiden perempuan, Ketua DPR perempuan, dan banyak menteri serta kepala daerah perempuan. Banyak perempuan di Indonesia telah membuktikan kapasitas dan kapabilitas merekasebagai pemimpin yang baik dan sejajar dengan laki-laki.
DPR RI terus mengusulkan upaya untuk meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat hingga bernegara, salahsatunyadenganRancanganUndang-UndangKesejahteraanIbu dan Anak (RUU KIA). Salah satu isu yang diangkatdalam RUU KIA dalah mendukung peran ibu pekerja untuk memastikan perempuan dapat menjalankan tanggung jawab sebagai ibu dan tetap berkembang dalam karir.
Kedepankegiatan AIPA ini menjadisatumomentumbaikuntukmenjadi lompatan besarkawasan ASEAN bekerjasama bersinergi menjadi satu entitas komunitas demi memperjuangkan segala potensi yang dimilikinya. Dengan bergerak cepat secara bersama dan komprehensif, ASEAN akan menjadi inspirasi bagi kawasan Asia Pasifik, Eropa, Afrika dan kawasan dunia lainnya.
*) PenelitiLentera Research Institute