CIREBON — Ratusan kyai dan santri di Cirebon seluruhnya memberikan dukunganpenuhkepadaCapresdari PDI Perjuangan, GanjarPranowosebagaiPresiden pada tahun 2024 mendatang.
Salah satu santri bernama Nirwana (15) turut mendoakan agar Ganjar selalu diberikan kesehatan dan juga bisa menjadi pemimpin masa depan bangsa.
“Ramah dan ganteng banget. Pokoknya Pak Ganjar is the best. Kami mendoakan Pak Ganjarsehatselalu, dimurahkanrezekinya dan semoga jadi presiden. Amiin,” teriak para santri kompak.
Pada kesempatantersebut, GubernurJatengitu juga sempat mengobrol bersama dengan KH IbnuUbaidillahSyatori dan mendapatkan beberapa pesan serta didoakan oleh para ulama di Cirebon.
“Tentu senang, bisa mendapat wejangan dan didoakan. Tadi dapat pesan-pesan tentang kebaikan,” pungkas Ganjar.
Kehadiran pemimpin berusia 54 tahunitukePonpes Dar Al Tauhid, Arjawinangun, Cirebon langsungdisambut dengan penuh antusiasmedariseluruh kyai dan santri di sana.
Suasana di pondok itu menjadi sangat riuh karena mereka semua begitu antusias menyambut Ganjar dan berebut untuk bersalaman.
“Senengbangetketemu Pak Ganjar secara langsung. Biasanya hanyalihat di TikTok, inibisaketemu dan salaman langsung,” kata Nirwana.
Dukungan semakin meluas kepada sosok Kader PDI Perjuangan itu juga dikarenakan segenap prestasinya sebagai pemimpin, salah satunya adalah keberhasilan pria berambut putih tersebut untuk mewujudkan kesetaraan gender di Jawa Tengah.
Kepala BPS Jawa Tengah, DadangHardiwanmengungkapkanbahwa telah terjadi penurunan angka ketimpangan gender di provinsi tersebut.
“Mengindikasikan ketimpangan gender yang semakin mengecil atau kesetaraan yang semakin baik,” katanya.
Sejak lima tahun terakhir, yang mana itu merupakan masa kepemimpinanGanjarPranowo, secarakonsistenindeksketimpangan gender di Jatengterussecarakonsisten mengalami penurunan angka.
“IKG Jatengselama lima tahunterkhirsejak 2018-2020 secarakonsistenmenurun,” paparDadang.
Tidak tanggung-tanggung, bahkan saat ini posisi IKG di Jawa Tengah berapa di posisi ketiga nasional, yang mana mampu mengungguli Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Posisi IKG Jawa Tengah di Pulau Jawa menempati posisi ketiga setelah DIJ dan DKI Jakarta. Namun, bila dibandingkan provinsi lain kesetaraan gender Jawa Tengah lebih baik dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten,” tandasDadang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, IKG pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan hingga kini mencapai 0,371, yang mana pada tahun 2021 angkanya berada di 0,377.
Adanya data tersebut mengindikasikan bahwa ketimpangan peran antara laki-laki dengan perempuan menjadi semakin mengecil, yang mana berarti kesetaraan gender semakin berimbang. (ADV)