Jakarta, VivaNusantara – Aktivis KontraS, Andrie Yunus, diduga telah dikuntit beberapa hari sebelum menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Dugaan ini muncul setelah koalisi masyarakat sipil menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) serta jejak aktivitas Andrie sebelum kejadian.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), M. Isnur, mengatakan pihaknya menemukan indikasi penguntitan terhadap Andrie sejak beberapa hari sebelum peristiwa penyiraman.
“Beberapa hari terakhir Andrie terlihat diikuti, mulai dari rumah hingga tempat-tempat yang ia kunjungi. Bahkan sejak dari kantor Celios hingga ke kantor YLBHI sudah diikuti. Orang-orangnya juga terekam di CCTV,” ujar Isnur dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, dengan adanya rekaman CCTV serta jejak penguntitan tersebut, aparat kepolisian seharusnya dapat lebih mudah mengungkap pelaku penyiraman air keras.
Andrie Yunus disiram air keras setelah selesai melakukan perekaman podcast bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor YLBHI pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I menuju Jalan Talang, Jakarta Pusat.
Pelaku yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan diduga menyiramkan cairan keras ke arah wajah Andrie. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Sebelum menuju kantor YLBHI, Andrie diketahui meninggalkan kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di kantor Celios yang membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait Aksi Agustus 2025.
Diduga Terorganisasi
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras, Novel Baswedan, menilai serangan terhadap Andrie diduga dilakukan secara terorganisasi.
Menurut Novel, dari rekaman CCTV terlihat bahwa pelaku tidak hanya satu orang yang menyiramkan air keras, tetapi kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam perencanaan serangan tersebut.
“Dari rekaman itu terlihat ada indikasi kuat serangan ini ditujukan untuk membunuh atau setidaknya membuat korban cacat permanen karena cairan disiramkan ke area wajah,” katanya.
Ia juga mendesak kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap dalang di balik serangan tersebut.
Polisi Didesak Ungkap Kasus
Koalisi masyarakat sipil mendesak kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku teror terhadap aktivis HAM tersebut. Mereka menilai pengungkapan kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan terhadap pegiat hak asasi manusia.
Selain menunggu langkah kepolisian, koalisi masyarakat sipil juga berencana membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri peristiwa tersebut.
Sejumlah pihak juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan memastikan negara menjamin pengusutan secara tuntas serta perlindungan terhadap aktivis HAM.
Sementara itu, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie tidak akan menghentikan perjuangan organisasi tersebut dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
“Peristiwa ini tidak akan menyurutkan langkah KontraS yang telah berdiri selama 28 tahun. Kami akan terus maju,” tegasnya.
Sumber : KOMPAS
Editor : TW