Samarinda, VivaNusantara – Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kalimantan Timur, Senin (1/9/2025), masih terlihat kondusif. Sejak pukul 13.00 WITA, massa mulai berkumpul, sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam. Titik konsumsi dan layanan medis lapangan disiapkan, 180 kacamata pelindung juga dibagikan warga sipil, sebagai antisipasi gas air mata.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Hendra AH, memastikan dukungan penuh untuk pengamanan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Hendra AH. (Foto: Ellysa)
“Kami menyiagakan delapan unit mobil pemadam dengan 40 personel, tiga di dalam gedung, satu di SPBU, dan satu di kantor PU untuk antisipasi keadaan darurat,” ujarnya.
Hendra menegaskan langkah ini bukan sekadar pengamanan aset, melainkan perlindungan bagi siapa pun yang berada di sekitar lokasi, baik aparat, pegawai, maupun demonstran.

Pembagian 180 kacamata. (Foto: Ellysa)
“Kami fokus pada keselamatan. Jika terjadi kebakaran atau situasi gawat darurat, unit Damkar bisa langsung bergerak,” tambahnya.
Di sisi lain, dukungan spontan dari warga menunjukkan dinamika baru dalam aksi kali ini. Santi, salah seorang warga AWS, mengaku membagikan kacamata pelindung untuk massa tanpa afiliasi organisasi tertentu.
“Ini murni inisiatif pribadi. Kalau sampai ada gas air mata, setidaknya mata mereka terlindungi,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa