Samarinda, VivaNusantara – Dalam upaya mendorong kualitas mutu pendidikan, Program Gratispol dianggap menjadi salah satu upaya Pemprov Kaltim untuk mewujudkan hal tersebut. Meski demikian menggelontorkan anggaran beasiswa saja masih belum cukup.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin menegaskan, visi itu tidak akan tercapai jika perguruan tinggi masih belum menjaga standar pendidikan yang kuat. Menurutnya, masih ada pandangan keliru bahwa tugas “menghasilkan lulusan berkualitas” hanya dibebankan kepada sekolah menengah.
Padahal, kata dia, universitas justru berada pada titik paling penting dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa.
“Perguruan tinggi harus jadi mesin penghasil SDM unggul. Kalau kampus tidak menetapkan standar akademik yang tinggi, bagaimana kita berharap lahir lulusan yang bisa bersaing?” ucapnya di Samarinda, Kamis (20/11/2025).
Ia menyoroti bahwa penerima Gratispol harus menunjukkan kontribusi nyata melalui prestasi akademik. Untuk itu, kampus wajib menghadirkan suasana pembelajaran yang menuntut kompetensi tinggi.
“Kita membiayai kuliah mereka. Tentu ada tuntutan prestasi. Tapi prestasi hanya bisa muncul kalau kampus menaikkan level pembelajarannya,” jelasnya.
Armin bahkan mengingatkan bahwa ada perguruan tinggi di Kaltim yang standar proses belajar-mengajarnya dinilai masih tertinggal dibanding beberapa SMA unggulan di daerah tersebut.
“Kalau mahasiswa terbiasa dengan standar pembelajaran tinggi sejak SMA, lalu masuk ke kampus yang justru turun kualitasnya, itu problem besar. Mereka akhirnya tidak berkembang,” katanya.
Ia menceritakan pengalamannya saat memberi tugas presentasi ilmiah kepada mahasiswa, namun hanya sedikit yang mampu memenuhi standar argumentasi akademik. Kondisi ini, menurutnya, menandakan perlunya kampus berbenah total.
“Kampus harus melayani mahasiswa dengan kualitas terbaik. Itu penting bukan hanya untuk akreditasi, tapi juga untuk reputasi lulusan Kaltim ke depan,” imbuhnya.
Armin menegaskan kembali bahwa Gratispol, dirancang untuk menyokong kesiapan SDM Kaltim dalam menghadapi kebutuhan tenaga terampil, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, ia menegaskan perlunya sinergi antara peningkatan standar sekolah dan perguruan tinggi.
“Gratispol harus menghasilkan lulusan kuat. Dan itu hanya mungkin kalau SMA dan universitas berjalan dengan standar yang sama-sama tinggi,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa