Home DaerahKota SamarindaBelum Semua Tersentuh Listrik, Mimpi Digitalisasi Desa Kaltim Terganjal Infrastruktur

Belum Semua Tersentuh Listrik, Mimpi Digitalisasi Desa Kaltim Terganjal Infrastruktur

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pesatnya digitalisasi saat ini belum bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Terlebih bagi mereka yang berada di pedalaman kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, secara terbuka mengungkap bahwa mimpi digitalisasi desa terganjal oleh realitas keras infrastruktur dasar yang belum merata. Baru 153 desa yang berhasil tersambung jaringan internet dari total target 600 desa yang dijanjikan akan tercapai pada Juli 2025 ini.

“Kita ingin lari, tapi sebagian desa bahkan belum bisa berjalan,” kata Faisal, Jumat (4/7/2025).

Ia mencontohkan, lebih dari 100 desa di Kaltim belum dialiri listrik. Tanpa listrik, bicara soal internet jadi seperti membangun menara di atas pasir. Persoalan akses transportasi, jarak, dan kondisi geografis ekstrem di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) menambah kompleksitas.

“Jadi memang tidak bisa disamakan dengan wilayah lain yang infrastrukturnya sudah lengkap,” ujarnya.

Penyambungan internet desa dilakukan dengan pendekatan berlapis, fiber optik untuk wilayah yang sudah mapan infrastrukturnya, wireless radio untuk daerah menengah, dan Starlink sebagai opsi terakhir di titik-titik ekstrem. Diskominfo menggandeng berbagai vendor besar seperti Telkomsel, Indosat, dan Icon Plus untuk mempercepat pengerjaan.

Program ini menargetkan total 841 desa pada 2025, 716 desa melalui anggaran murni, dan 125 desa tambahan melalui APBD Perubahan. Untuk Juli, target realistis dipangkas menjadi 150 desa tambahan, dengan harapan 600 desa tercapai paling lambat September.

“Infrastruktur digital harus dibangun dengan kesadaran bahwa tidak semua desa berangkat dari garis start yang sama,” tandasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like