Samarinda, VivaNusantara – Wali Kota Samarinda, Andi Harun baru saja meninjau langsung kondisi SMP Negeri 31 Palaran. Kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan sekolah yang berada di pinggiran Kota Samarinda itu menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dan ASEAN.
Andi Harun menegaskan dukungan penuh Pemkot, baik perbaikan infrastruktur maupun penguatan program lingkungan. “Sekolah ini punya semangat luar biasa. Kami akan benahi aula, WC, kantin, hingga laboratorium komputer agar standar sekolah lebih baik. Semua akan kami masukkan ke perencanaan 2025 perubahan untuk direalisasikan tahun 2026,” terangnya, Jumat (1/8/2025).
Andi Harun menegaskan dukungan Pemkot tidak hanya di fasilitas, tapi juga integrasi sistem, termasuk saluran air dan suplai air minum langsung dari PDAM. “Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, baik banjir maupun keterbatasan air bersih. Targetnya, tahun depan sekolah ini sudah siap minum langsung dari keran,” tegasnya.
Selain itu, Andi Harun juga menyoroti sistem pengelolaan lingkungan yang sudah diterapkan sekolah. SMPN 31 sejak 2021 menerapkan kebijakan zero plastik, bahkan tanpa tempat sampah. “Mereka sudah ekstrem menerapkan Adiwiyata. Tidak ada lagi botol plastik, semua siswa bawa tumbler. Ini luar biasa,” puji Andi.
Kepala SMPN 31 Samarinda, Sutiwi, membenarkan kebijakan tersebut. Ia menyebut bahwa tong sampah sudah di tiadakan sejak perda lingkungan diterapkan.
“Hanya di WC perempuan dan kantin yang masih ada. Anak-anak dilatih membawa tumbler dan makanan sehat tanpa kemasan plastik. Ini konsekuensi serius menuju Adiwiyata Mandiri,” jelasnya.
Tak hanya itu, sekolah juga menggalakkan penggunaan pupuk organik, penghijauan di tiap kelas, serta program sekolah sehat.
“Kami ingin membentuk budaya ramah lingkungan sejak dini. Bahkan keuntungan koperasi kami rela berkurang demi menghindari jajanan berkemasan plastik,” tutup Sutiwi.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa