Samarinda, VivaNusantara – Sehari jelang aksi besar di DPRD Kalimantan Timur, sorotan publik mengarah pada kesiapan para wakil rakyat menghadapi potensi gejolak di depan pintu kantor mereka. Jika di pusat menerapkan sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, nyatanya hal itu tak berlaku di Kota Samarinda.
Sekretaris DPRD Samarinda, Agus Tri Sutanto, menegaskan bahwa para anggota dewan tetap akan beraktivitas seperti biasa. Hal ini berlaku baik dari pimpinan DPRD Samarinda maupun pihak lain.
“Saya kurang tahu juga. Saya tidak ada mendengar atau membaca imbauan Ketua DPRD atau dari pihak lain agar anggota DPRD Samarinda WFH. Jadi kemungkinannya tetap ngantor seperti biasa,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Pernyataan ini menjadi sorotan karena aksi massa yang disebut-sebut bakal melibatkan ribuan orang diprediksi akan berdampak pada mobilitas di sekitar kantor DPRD. Namun Agus menegaskan, sampai saat ini belum ada kebijakan resmi yang mengatur perubahan jam kerja ataupun pembatasan aktivitas.
Ketika disinggung mengenai isu bahwa para anggota dewan akan menghindari penggunaan pakaian dinas maupun kendaraan dinas pada hari aksi, Agus balik mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
“Saya malah tidak tahu, info dari mana?” katanya singkat, sekaligus membantah adanya arahan semacam itu.
Sikap DPRD Samarinda yang tetap memilih beraktivitas normal di tengah eskalasi aksi protes ini bisa dibaca sebagai pesan bahwa lembaga legislatif tidak ingin terkesan menghindar. Namun di sisi lain, absennya arahan resmi terkait pengamanan maupun protokol kerja dinilai berpotensi menimbulkan risiko jika aksi massa berlangsung di luar kendali.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa