Samarinda, VivaNusantara – Di tengah kebutuhan infrastruktur dasar yang belum tuntas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim meresmikan dua Patung Lembuswana yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar.
Satu berlokasi di Bundaran Stadion Palaran, luas bangunannya sekitar 38 meter persegi dengan kontrak Rp900 juta. Sedang patung kedua dibangun lebih besar sekitar 78 meter persegi, di Bandara Internasional APT Pranoto, dengan nilai kontrak Rp1 miliar.
Patung megah itu diklaim sebagai simbol kemakmuran. Kontrasnya, proyek monumental ini hadir ketika kebutuhan dasar masyarakat seperti akses jalan dan jembatan di sejumlah daerah masih jauh dari kata tuntas.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menepis anggapan bahwa pembangunan ini sekadar pemborosan. Menurutnya, Lembuswana justru menjadi pengingat bahwa Kaltim punya identitas yang harus dijaga.
“Kita ingin Kaltim menjadi provinsi yang makmur, gemah ripah loh jinawi, dengan sumber daya manusia yang unggul. Nilai-nilai itu tercermin dalam simbol Lembuswana,” ujar Seno Aji, usai peresmian, di Bundaran Stadion Palaran, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan, kehadiran patung ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan. Selain proyek monumental tersebut, Seno mengungkapkan sejumlah program lain yang akan segera dijalankan, mulai dari penyelesaian akses jalan antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu, hingga pembangunan pembatas antarprovinsi di perbatasan Paser dan Kalimantan Selatan.
“Jalan dan jembatan masih menjadi prioritas kita. Patung ini hanya salah satu bukti bahwa pembangunan di Kaltim tidak melupakan akar sejarah dan kebudayaan, meski infrastruktur dasar tetap menjadi pekerjaan besar yang kita tuntaskan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-PERA Kaltim, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pembangunan patung tersebut dibiayai melalui hibah APBD Kaltim tahun 2023–2024 yang disalurkan kepada Lembaga Budaya Adat Kutai.
“Di tahun 2023 kita mulai dari perencanaan, lalu fisik dikerjakan pada 2024. Alhamdulillah, keduanya bisa selesai tepat waktu,” tutup Rahmat.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa