Home DaerahKota SamarindaLongsor Batuah Kian Parah, Komisi III DPRD Kaltim Diminta Usut Dugaan Dampak Tambang

Longsor Batuah Kian Parah, Komisi III DPRD Kaltim Diminta Usut Dugaan Dampak Tambang

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Bencana longsor yang terjadi Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara bukan lagi merugikan secara materi. Namun juga kerap mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di sana.

Sebelumnya dilaporkan longsor yang terjadi pada 23 Mei lalu, berdampak pada kerusakan belasan rumah warga, akses jalan nasional, serta satu bangunan masjid. Hal inilah yang mendorong puluhan warga terdampak didampingi mahasiswa dan aktivis menuntut ganti rugi. Usai menggelar aksi di depan Kantor Pemprov Kaltim, mereka juga mengadu ke DPRD Kaltim, agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti.

Aduan ini pun langsung diterima oleh Komisi III DPRD Kalimantan Timur. Dalam audiensi tersebut
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi dari masyarakat dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Tani Jaya Bersatu. Komisi III kini tengah berupaya memediasi semua pihak, termasuk Dinas ESDM dan pihak perusahaan tambang PT BSSR, untuk mencari solusi yang menyeluruh dan berkeadilan.

“Kami berupaya memfasilitasi dan mencarikan solusi. Meskipun kajian awal dari tim geologi UNMUL menyebutkan longsor ini sebagai bencana alam, masyarakat juga menyampaikan bahwa ada dugaan aktivitas tambang yang turut memengaruhi kondisi lingkungan,” ujar Reza.

Ia menyampaikan bahwa Komisi III DPRD Kaltim akan membentuk tim kajian yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Dinas ESDM, Balai Wilayah Jalan Nasional (BWPJN), perwakilan masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Tim ini akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab longsor secara lebih objektif.

Terkait dukungan terhadap korban terdampak, Reza menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi melalui instansi teknis seperti BPBD telah memberikan bantuan awal. Sementara Pemerintah Kabupaten Kukar juga tengah menyiapkan langkah relokasi dan pembangunan kembali rumah bagi warga terdampak.

“Pihak perusahaan juga menyampaikan kesiapan memberikan lahan sekitar setengah hektare, serta bantuan pembangunan rumah ibadah yang terdampak. Namun semua ini masih akan terus dibahas dalam proses bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Roni, perwakilan dari Aliansi Pemuda Tani Jaya Bersatu, menyampaikan bahwa warga merasakan perubahan kondisi lingkungan sejak adanya aktivitas pertambangan di sekitar wilayah perbukitan. Sebelum longsor terjadi, air disebut mengalir hampir setiap hari ke arah rumah warga. Bahkan saat upaya pembangunan turap dilakukan pasca-longsor, ditemukan kolam kecil yang menampung air di lokasi tersebut.

“Ini memperkuat pentingnya investigasi menyeluruh terhadap faktor penyebab utama longsor,” tutupnya.

Aspirasi warga Batuah telah diterima oleh DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi. Proses tindak lanjutnya kini berada dalam pengkajian teknis lintas instansi guna memastikan kejelasan, keadilan, dan langkah pemulihan yang tepat sasaran.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like