Home DaerahKota SamarindaMahasiswa Polnes Geruduk Rektorat, Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

Mahasiswa Polnes Geruduk Rektorat, Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Aksi ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) pecah di depan Gedung Direktorat, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut transparansi penyelesaian kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dosen.

Ketua BEM Polnes, Reza Dwi Saputra, menyebut ada tiga masalah utama di kampus yang membuat mahasiswa resah: perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

“Satgas PPKPT tidak pernah update hasil penyelidikan. Bahkan kami menduga ada pembungkaman terhadap korban,” kata Reza lantang di tengah aksi.

Selain mendesak penanganan kasus, mahasiswa juga menuntut perbaikan fasilitas. “Banyak lampu mati, CCTV tidak berfungsi. Bagaimana kampus bisa aman?” tegasnya.

Reza memberi ultimatum tujuh hari bagi rektorat untuk menandatangani MoU penyelesaian kasus. Jika tidak, mahasiswa berjanji akan kembali turun aksi.

Menanggapi hal ini, Wakil Direktur II Polnes, Karyo Budi Utomo, mengaku penyelidikan sudah berjalan sejak 25 Agustus 2025. Namun, ia menyebut kampus kesulitan karena tidak ada saksi maupun bukti visual.

“Kami hati-hati. Jangan sampai keputusan yang diambil justru berbalik merugikan korban,” ujar Karyo.

Karyo menegaskan dugaan pelanggaran ini termasuk kategori berat. Jika terbukti, sanksi terberat adalah pemberhentian dosen terlapor.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like