Samarinda, VivaNusantara – Dorongan agar pelaku UMKM tak berjalan sendiri kini mulai mendapat ruang di sektor swasta. Salah satunya lewat ajang “The Spirit of Borneo: Creative, Culture, Iconic” di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (31/10/2025), yang mempertemukan pengusaha hotel, seniman, dan pelaku usaha lokal dalam satu wadah kolaborasi ekonomi kreatif.
Acara yang digelar selama empat hari, sejak 30 Oktober hingga 2 November 2025 ini, menjadi wadah sinergi antara dunia usaha, seniman, pengrajin, dan pelaku ekonomi kreatif daerah. Melalui pameran produk UMKM, pertunjukan seni, serta berbagai workshop tematik, kegiatan ini menghadirkan ruang kolaborasi yang memperkuat peran ekonomi kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Pelatihan Koperasi DPPKUKM Kaltim, Ali Wardana, memberikan apresiasi atas inisiatif pihak hotel yang turut membuka ruang bagi UMKM daerah. Ia menilai langkah ini sebagai contoh konkret kolaborasi lintas sektor yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi Kaltim.
“Kolaborasi seperti ini harus terus ditingkatkan agar UMKM di Kalimantan Timur dapat berkembang dan memperoleh penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Ali, kegiatan seperti The Spirit of Borneo bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan juga peluang membangun jaringan bisnis berkelanjutan.
“Tadi kita lihat sendiri, variasi produk yang dipamerkan sangat beragam dan kualitasnya bersaing. Ini membuktikan UMKM Kaltim tidak kalah dengan daerah lain,” tambahnya.
Berbagai produk unggulan turut dipamerkan, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga olahan pangan lokal. Selain itu, pengunjung juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pengemasan produk, strategi pemasaran digital, dan sesi inspiratif bersama pelaku usaha sukses asal Samarinda.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Kaltim. Langkah tersebut menjadi upaya penting untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Ali berharap, kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak swasta untuk turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.
“Jika UMKM tumbuh, maka ekonomi Kalimantan Timur pun ikut bergerak. Inilah bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah,” pungkasnya.
Penulis: Ain
Editor: Lisa