Samarinda, Viva Nusantara – Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov) Kaltim yang banyak dinanti masyarakat yaitu Program Gratispol. Program yang dijanjikan bakal berjalan mulai tahun ini, nyatanya belum terealisasi penuh.
Padahal lewat program ini, pemerintah menjamin pendidikan tinggi gratis bagi putra-putri Kalimantan Timur. Namun ada saja permasalahan yang tersendat terutama dalam hal pencairan dana, hingga sinkronisasi data calon penerima yang terkesan lamban. Kondisi ini terjadi baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS).
Di kampus negeri seperti Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda misalnya, Rektor UINSI, Prof Zurqoni mengatakan progres program Gratispol Pendidikan di kampus yang dipimpinnya masih dalam proses validasi data antara yang masuk melalui tim Gratispol dan data internal kampus.

Sumber: Instagram Gratispol
“UINSI sendiri telah menutup masa pendaftaran mahasiswa dan sudah memulai perkuliahan,” ungkap Zurqoni, Rabu (17/9/2025) siang.
Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk saat ini perkuliahan berlangsung dengan realita mahasiswa yang mengajukan Gratispol belum melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam kondisi ini, kampus tidak bisa memaksa mahasiswa membayar UKT, namun di sisi lain juga belum menerima dana dari pemerintah.
Prof Zur sapaan akrabnya menjelaskan pihaknya sampai saat ini masih menunggu percepatan realisasi program Gratispol Pendidikan tersebut agar status UKT Mahasiswa yang telah mulai berkuliah menemui jalan yang pasti.
“Kami sudah koordinasi untuk proses percepatan, tetapi belum ada informasi pasti mengenai tanggal realisasi,” ujarnya.
Dirinya menambahkan jika terus berlarut tanpa alokasi UKT yang jelas bagi penerima program Gratispol Pendidikan hingga batas tahun anggaran bagi kampus negeri, pihaknya tentu harus mengambil langkah alternatif menyikapi keadaan ini.
“Langkah itu sebagai bentuk akuntabilitas keberadaan Mahasiswa yang belum membayar UKT” paparnya.
Sedikit berbeda dengan kampus negeri, kampus Swasta sendiri masih dalam tahapan pendaftaran Gratispol Pendidikan hingga akhir September nanti. Rektor Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Prof Husaini Usman melalui Wakil Rektor Suyanto, mengatakan pihaknya masih membuka pendaftaran dengan total kuota sebanyak 960 orang yang tersedia bagi kampus tempatnya mengabdi.
Meski begitu, saat ditanya perihal tanggal pengumuman pasca pendaftaran nantinya, Ia menybeut belum mendapat tanggal yang pasti.
“Mungkin di tanggal 1 atau 2 bulan Oktober ya seharusnya, tapi timeline nya belum ada,” jelas Usman.
Namun di tengah simpang siur tersebut, dari pantauan media Viva Nusantara, daftar list penerima Gratispol Pendidikan tahap satu telah dirilis. Namun pengumuman itu justru memunculkan menimbulkan permasalahan baru.
Salah satu Mahasiswa UINSI yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku namanya tidak ada dalam daftar penerima Gratispol. Padahal ia meyakini telah memenuhi kriteria ideal untuk semua persyaratan yang ada.
“Saya Ber KTP Kaltim 3,5 Tahun, juga memenuhi kriteria lain, namun kenapa tidak lulus,” ungkapnya.
Menghadapi realita itu, ia mengaku memilih berhenti kuliah jika memang tak kebagian beasiswa, hal ini karena Ia menggantung penuh impian kuliahnya di beasiswa ini sebab persyaratan yang memadai. Beasiswa yang dianggap mampu memberikan jaminan pendidikan secara gratis, nyatanya tidak semua dirasakan semua kalangan, sekalipun telah memenuhi kriteria.
“Saya berani kuliah karena program ini, tapi kalau tak lolos begini, ya sudah saya istirahat dulu saja,” pungkasnya.
Penulis: Ain
Editor: Lisa