Samarinda, VivaNusantara – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda memasuki fase krusial. Menjelang rencana pembukaan pada Desember mendatang, Pemkot Samarinda berupaya memastikan bahwa kawasan yang selama ini menjadi salah satu jantung ekonomi warga itu bisa beroperasi tanpa memicu persoalan lalu lintas maupun penumpukan kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) berada di posisi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa tahapan teknis rekayasa lalu lintas belum dapat dipastikan karena masih menunggu selesainya dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dari pemerintah pusat. Dokumen itu menjadi acuan untuk menentukan pola keluar-masuk kendaraan, jalur putar balik, hingga kapasitas parkir yang akan disesuaikan dengan aktivitas pengunjung di kawasan tersebut.
“Kami perkirakan sekitar dua minggu lagi hasil Andalalin sudah diterbitkan, lengkap dengan arah kebijakan rekayasanya,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Lanjut Manalu, Andalalin bukan sekadar syarat administratif. Dokumen tersebut akan menghubungkan pengoperasian Pasar Pagi dengan pengembangan Teras Samarinda 2 di Jalan Gajah Mada, ruas strategis yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itulah, setiap keputusan teknis harus selaras agar mobilitas di kawasan kota lama tidak terganggu.
“Ini bukan hanya soal pasar. Ini menyangkut penataan koridor Gajah Mada secara keseluruhan. Jadi semuanya harus dirancang dalam satu kesatuan,” tegasnya.
Isu parkir juga mendapat perhatian khusus. Dishub telah menyiapkan skema seleksi operator parkir melalui lelang terbuka. Namun sambil menunggu proses tersebut tuntas, Dishub Samarinda ditugaskan sementara untuk mengambil alih pengelolaan sementara untuk memastikan transisi berjalan tanpa hambatan.
“Sistem pembayaran nontunai dipastikan akan diberlakukan sejak awal sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik,” bebernya.
Manalu menambahkan bahwa pedagang diminta untuk tidak membawa kendaraan pribadi ketika Pasar Pagi sudah kembali beroperasi. Sebab kapasitas lahan parkir yang tersedia, 105 unit mobil dan 709 motor, ditujukan bagi pengunjung demi menjaga kelancaran sirkulasi kendaraan. Overload kendaraan diprediksi menjadi ancaman utama jika pedagang turut memadati area parkir.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa