Home DaerahKota SamarindaSudah Lima Hari Terendam, Bengkuring Belum Lepas dari Banjir Kiriman Kukar dan Pasang Mahakam

Sudah Lima Hari Terendam, Bengkuring Belum Lepas dari Banjir Kiriman Kukar dan Pasang Mahakam

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Genangan air masih merendam kawasan Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kota Samarinda hingga Minggu (26/10/2025). Meski tinggi muka air (TMA) di Bendungan Benanga mulai menurun, permukiman warga di Jalan Terong 3 dan Terong 4 masih terendam hingga saat ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan banjir di kawasan ini sudah terjadi sejak Rabu (22/10/2025). Ketinggian air di Bendungan Benanga sempat mencapai 8,05 meter, dipicu oleh banjir kiriman dari wilayah Badak Mekar, Muara Badak, dan Tanah Datar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Pagi ini saya bersama relawan langsung ke lokasi, tepatnya di Terong 1. Sejak genangan terjadi Jumat subuh, air belum juga surut walaupun TMA Benanga sudah turun ke 7,09 meter,” jelas Suwarso, Minggu (26/10/2025).

Selain itu, lambatnya penurunan air di Bengkuring disebabkan oleh kondisi Sungai Mahakam yang sedang pasang, dengan ketinggian mencapai sekitar 1,7 meter juga menjadi penyebab lain karena menghambat aliran air dari Bengkuring untuk keluar menuju sungai utama.

Suwarso menyebut secara keseluruhan, banjir kali ini berdampak pada tiga RT di Perumahan Bengkuring dan lima RT di Kelurahan Gunung Lingai, dengan total 1.750 jiwa terdampak. Rinciannya, di Bengkuring terdapat 255 bangunan terendam yang dihuni 281 Kepala Keluarga (KK) atau 990 jiwa. Sedangkan di Gunung Lingai, 210 bangunan terendam dengan total 210 KK atau 840 jiwa.

“Sebagian warga tidak bisa masak karena dapurnya terendam. Hari ini kita siapkan dapur umum untuk membantu sekitar 500 KK di Bengkuring, sambil terus memantau kondisi air,” tambah Suwarso.

Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan darurat di lapangan, termasuk distribusi logistik bagi warga terdampak. Namun, karena Bengkuring merupakan kawasan langganan banjir, Suwarso menilai perlu adanya langkah mitigasi jangka panjang yang lebih serius.

Menurutnya, penanganan banjir di Samarinda, terutama yang disebabkan oleh aliran air dari Kabupaten Kukar, tidak bisa dilakukan sendiri.

“Pemerintah Kota Samarinda harus bekerja sama dengan Pemkab Kukar untuk menangani banjir kiriman dari wilayah mereka, seperti dari Badak Mekar dan Muara Badak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir sudah dibahas rencana pembangunan polder atau kolam retensi di wilayah perbatasan. Fasilitas ini diharapkan dapat menahan laju air dari arah Badak Mekar agar tidak langsung masuk ke Samarinda melalui aliran Sungai Siring dan Pampang.

Selain itu, Suwarso menyebut adanya usulan masyarakat untuk membangun kanal di sisi wilayah Muara Badak yang menembus ke laut.

“Usulan itu juga perlu dikaji lebih dalam. Secara teknis bisa saja dilakukan, tapi karena berada di wilayah Kukar, maka perlu kerja sama antar-daerah untuk mewujudkannya,” pungkasnya.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like